3 HARI DI KERAJAAN BELANDA
Ira mulai bangun di pagi hari dengan begitu banyak pundi-pundi pemikiran yang
tersibak di kepalanya mengenai banyak hal.
dibukanya horden kamar dan diikatan di ujung jendela itu. ira melihat dari jendela kamarnya awan begitu gelap mendung hendak hujan.
pagi ini cuaca seakan tak bersahabat sama seperti hati dan pikiranya yang tak menemukan kecocokan dalam menentukan titik terang masa depan.
Ira menangis tetapi air mata seakan menolak untuk keluar, karena hati yang menenangkannya.
"kerjaan belum dapet, ga bisa keluar bareng temen karna duit pas-pasan, ga bisa beli apa-apa, uang kuliah juga masi mikir lagi mau dapet dari mana!"
Ira tak tau apa yang akan dilakukan selanjutnya, hanya bisa menghela nafas untuk pagi ini.
hujan tiba2 terdengar dengan deras dari luar, dahulu ira menyukai hujan, tapi saat ini ia membenci hujan saat pagi hari karena cuciannya tak akan kering.
ya ira harus melakukan tugas rumah dan kembali mencari cari lowongan pekerjaan di aplikasi pencari pekerjaan di ponselnya, inilah pekerjaan ira terus menerus dan tak tau sampai kapan.
Digulungnya rambutnya dan diikat, lalu mengambil kacamata yang diletakkan diatas meja dan dipakai lalu mulai pergi ke dapur untuk mengecek kain kotor dan mencucinya.
hari ini hujan, tak tau sampai jam berapa, ira hanya berharap siang ini terik supaya kain-kain yang dicuci bisa kering.
kalau orang lain tau cerita ira dimana seorang gadis tua berumur 24 tahun berjuang untuk kuliah tanpa dana yang pasti dan tanpa pekerjaan, mungkin orang lain akan mengira bahwa dirinya adalah gadis yang malas, tak berpengalaman dan tak pandai bekerja. padahal ia tengah susah payah berjuang dengan meminjam uang dari seorang kolektor untuk bisa berkuliah dengan biaya 3 juta untuk cicilan awal, universitas tak ternama pun tak apa, asal ia bisa kuliah seperti teman2nya yang sudah berkuliah sejak tamat SMA.
"huh, selesai" (kata ira) sambil mengusap keringat di dahinya yang sejak tadi
mengucur ke seluruh wajahnya dan membasahi kacamatanya.
bergegas ke teras rumah dan mulai menebas kain lalu menjemurnya.
"capek nya ampun lah" selesai ira mejemur lalu langsung membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang yang langsung menyibakkan debu2nya dan membuat hidung ira terasa gatal, "walaupun kursi ini sudah tua namun aroma debunya sudah menjadi sahabatku sejak dulu" (ungkap ira dalam hati)
"kursi ini punya cerita sejak aku kecil, dimana menjadi tempatku bermain dan tertidur".
Ira mengambil ponselnya dan mulai untuk melakukan kebiasaannya, mengecek aplikasi pencari pekerjaan.
Ira telah banyak mengirim lamaran pekerjaan ke semua perusahaan yang membuka lowongan, namun sepertinya semua lamaran yang ia kirimkan tak ada artinya bagi setiap perusahaan itu.
"ntah apa salah dan dosaku sampai-sampai aku merasa tertolak atas apapun yang ada di dunia ini"(ira menggerutu).
Kendati memikirkan banyak sekali hal2 yang terus melelahkan pikirannya, sambil menscroll ponsel, tiba-tiba ira merasa kantuk dan tertidur.
ira memang hanya tinggal berdua dengan ibunya, ayahnya sudah meninggal dan ira adalah anak semata wayang. ibunya hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan bekerja sejak pagi hingga sore hari, sehingga seluruh pekerjaan rumah ira yang mengerjakan.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 saat ira mulai tertidur.
Tiba-tiba ponsel berdering keras membuat ira terbangun dari tidurnya yang cukup pulas tadi, itu adalah suara alarm hp ira yang telah distel sejak ira mulai kuliah, alarm itu ia setel karena terlalu bersemangatnya ingin menyambut perkuliahan di hari senin sampai kamis.
pukul 2 siang ini ira akan memulai perkuliahannya, saat ini ia berada di semester 1.
Ia mulai mempersiapkan diri, mandi lalu mengenakan kemeja merah kotak-kotak favoritenya, baju ini selalu dipakai 2 kali seminggu untuk kuliah, untuk dua hari yang lain ira akan memakai kaos oblongnya yang berwarna putih dan hitam. Ia hanya memiliki beberapa baju saja, untuk diganti-ganti. Diikatnya rambutnya lalu memoles sedikit bedak bayi di wajahnya, bersiap akan pergi. Ira menunggu angkot di pinggir pasar dekat rumahnya yang hanya berjarak setengah kilometer saja, mempersiapkan duit 3000 untuk ongkos.
lalu angkot berhenti tepat didepan kampus ira, ira keluar dari angkot dan mulai berjalan dengan baju lusuhnya menyusuri jalanan yang dilapisi dengan batako menuju ke kelas, terlihat ada sekumpulan mahasiswa laki-laki yang duduk diparkiran motor sambil berkata, " kok bajunya itu-itu mulu kak" sambil tertawa mereka meledek. Ira mempercepat langkahnya menuju kekelas tanpa melihat sosok laki-laki yang meledeknya tadi.
Ira adalah mahasiswa yang paling tua di kelasnya, masing2 temannya berusia 18 atau 19 tahun dan mereka sama sekali tidak ada yang bekerja, karena biaya kuliah mereka berasal dari orang tua mereka sendiri. berbeda dengan ira yang tak dibiayai sama sekali karena orang tuanya kurang mampu.
mata kuliah UKM sudah dimulai, tiba-tiba ririn membisikkan sebuah kalimat yang langsung menyentuh telinganya.
"Ra, mau kerjaan gak?"
" kerjaan opo rin?" (dengan nada bersemangat)
" ada bar yang nyari pelayan cewek ra nama bar nya sober, kamu mau gak?"
" ya tentu aku maulah rin, aku kan emang butuh kerjaan dari dulu"
" Ira ira... seandainya kamu tuh dari dulu gausah gengsi kalo kerja dimanapun, kan dari dulu kamu bisa ngumpulin insentif buat beli baju dan bayar uang kuliah"( jawan ririn nyolot).
" kamu tau sendiri kan rin kalo bumi seakan gak memihak sama aku, dari dulu juga aku udah coba untuk ngelamar jadi office girl tapi ga pernah diterima, bahkan aku udah coba ngelamar untuk bantu jadi tukang proyek bangunan tapi hasilnya nihil, gak ada yang mau nerima aku".
" halah, bacot lu ra, mana ada sih bumi gak mihak sama lo, toh lo kan masih bisa hidup di bumi... hahahh..."
" ya wes gimana soal kerjaan itu, lo gak lagi becanda kan?"(tanya ira)
" nggak lah, ntar sepulang kuliah gua anter lo kesana"(jawab ririn)
pembicaraan mereka terhenti soal pekerjaan, sampai perkuliahan selesai dan mereka bersiap pergi ke bar yang dibicarakan ririn tadi.
Ririn langsung mengengkol sepeda motornya dan membonceng ira menuju bar sober.
sesampainya di bar tersebut mereka bingung dengan keberadaan bar yang berdiri tepat disamping kuburan pahlawan di jalan cendrawasih.
ira bertanya, " rin lo yakin ini tempatnya? kok gua liat kaya rumah hantu ya!"
" ya gua juga baru kali ini kesini ra, cowo bule semalam yang kasih tau alamatnya sama gua"
sedikit percakapan sebelum mereka memasuki bar tersebut.
"lo tau gak gimana rasanya kerja di bar?"(tanya ira penasaran)
" ya mana gua tau ra, gua denger- denger sih katanya, lo harus tahan sama bau minuman keras, tapi yang lain gua kurang tau, mending lo coba dulu deh itung-itung nambah experience lo"
merekapun masuk ke dalam bar tersebut dan kaget saat melihat bagian dalam bar yang begitu luas dan dipenuhi rak-rak minuman keras, dari luar padahal terlihat kecil dan seperti rumah hantu namun berbeda jauh saat masuk kedalamnya, sore ini nampak masih belum terlihat pengunjung yang datang ke bar ini. terlihat ada satu orang pemuda yang sibuk membersihkan meja-meja dan tempat duduk, sambil sesekali bernyanyi dengan suara yang nyaring.
" permisi mas" ira mengeluarkan dua patah kata
" oh iya ada apa dek?" sahut seorang lelaki dengan wajah putih, hidung yang mancung serta mata indah nya yang berwarna coklat bercampur abu-abu dengan tubuh tinggi dan atletis bak seorang model.
sontak saja ririn terperangah melihat sosok didepan nya yang begitu tampan dan sempurna, namun ira terlihat biasa saja dan seolah menyadari tujuannya ke tempat ini adalah untuk mencari pekerjaan bukan untuk melihat cowok.
"maaf mas, saya kesini dengan tujuan untuk mencari pekerjaan, saya dapat info kalo bar ini buka lowongan untuk seorang waiters, kalo tidak keberatan saya ingin menjadi pelayan disini mas."
ira bertanya dengan penuh pengharapan dan kesungguhan
" mbak tau darimana yah? karena bar ini gak sembarangan kalo mau memberi info pekerjaan kepada orang diluar"(tanya lelaki itu)
" anu dari saya mas"(jawab ririn) "saya sih sebenernya tau dari seorang cowo bule, gak tau siapa, yang jelas katanya pernah datang ke bar ini"(tambah ririn)
" kalo boleh tau siapa nama temen mbaknya?"
"saya tanya sih katanya namanya edo mas, mas kenal gak?"
"oh edo, itu memang temen saya hahah" (ungkap lelaki itu sambil menepok jidatnya)
"nah sekarang emang gak sembarang orang bisa tau tentang bar ini mbak, hanya orang-orang terpilih saja yang bisa bekerja disini, kemarin ada lelaki yang bekerja disini, tapi sekarang dia udah nggak kerja lagi" (katanya kembali).
Ira dan ririn pun kebingungan mendengar pernyataan dari lelaki tersebut, seakan merasa aneh dengan tingkahnya.
"kalo boleh tau berapa lama memang lelaki itu kerja disini mas?" (tanya ira)
" sudah ntar juga kamu tau, kalau begitu pekenalkan nama saya adalah Reino, dan saya pemilik cafe ini. berhubung pekerja saya sudah tidak ada, saya akan langsung terima kamu kerja disini Ira".
ira dan ririn pun terkejut " loh kenapa masnya tau nama saya yah? kan saya belum perkenalkan nama" (tanya ira kebingungan).
" heheheheh.... so, temen kamu ini ririn ya? kamu juga mau bekerja disini kah?"
"a..a..anu saya gak sedang mencari kerja mas" (ririn pun terkejut kebingungan saat reino tahu namanya juga)
"baiklah Ira mulai besok pukul 5 sore kamu boleh datang dan langsung bekerja yah, nanti saya akan ajarkan apa saja yang mau dikerjakan"
"baik mas, terimakasih banyak"(kata ira)
"oh gak apa-apa, oh ya panggil saya Pak reino saja ya."
"kalo begitu kami permisi ya pak"
"monggo pak" ira dan ririn pun meninggalkan tempat itu.
"kamu merasa ada yang aneh gak? kenapa mas itu bisa tahu nama kita coba?"(tanya ririn penasaran)
"iya sih, tapi yaudah lah lagian itu gak penting, sekarang yang penting aku bisa dapat kerjaan. Yeaaaa..."(teriak ira kegirangan).
betapa bahagianya ira mengetahui bahwa ia bisa memperoleh pekerjaan, selama ini susah payah ia mendapat pekerjaan, dan tadi sore seakan merupakan keajaiban bagi nya.
Keesokan harinya ira begegas dan bersemangat melakukan tugas rumahnya seperti biasa, mencucui pakaian dan membersihkan rumah, lalu berangkat kuliah. hari ini ira berangkat kuliah dengan mengenakan kaos hitam oblong nya dan menunggu angkot seperti biasa, dalam perjalanan pikirannya tak pernah lepas dari pekerjan pertamanya nanti di bar sober. dalam benaknya ia menyatakan "apapun yang akan kukerjakan nanti aku harus bisa melakukan pekerjaanku dengan baik supaya bosku senang dengan keberadaanku" sambil tersenyum kecil dan bahagia yang menyelimuti wajahnya.
ira turun dari angkot dan berjalan menyusuri jalan menuju kelasnya. terlihat beberapa mahasiswa laki-laki seperti biasa berkumpul diparkiran dan memandangi ira. kali ini mereka bermaksud menggoda ira. " Hai cewek!!" (sahut mereka), namun seolah ira tak mempermasalahkan rayuan itu, pikirannya hanya fokus pada bar sober, sambil tetap terus berjalan menuju kelasnya.
hari ini ada 2 mata kuliah dan selesai pukul setengah 5. "rin nanti mau gak anterkan aku ke sober?"(bujuk ira)
"ya wes ra, tapi aku masih penasaran sama mas ganteng itu, kok bisa-bisanya dia tau nama kita?"(kata ririn sambil menggigit jarinya)
"udahlah rin, gausah dipikirin"(ira menambah)
perkuliahan telah selesai untuk hari ini, dan ririnpun megantarkan ira ke bar tempatnya akan bekerja.
setelah sampai ira bergegas masuk kedalam dan dilihatnya bar itu masih sepi tak berpengunjung, dalam benaknya "mungkin bar ini akan rame pas malam nanti". namun ira pun tak melihat keberadaan Pak Reino, bar ini sungguh sepi dan hanya sedikit pencahayaan.
ira pun mulai mengambil inisiatif untuk mengatur bangku-bangku dan meja-meja bar juga membersihkan debu-debu yang lengket. 1 jam ira menikmati pekerjaannya membersihkan seluruh bar tersebut tanpa kehadiran seorang Pak reino yang semalam berjanji akan membimbingnya bekerja.
dalam kefokusan nya membersihkan setiap sudut bar, tiba2 muncul cahaya yang jatuh di balik meja tempat meracik minuman. seketika ira pun terperanjat dan kebingungan cahaya apa barusan, lalu ira pun pergi mengecek tempat cahaya tadi terjatuh.
pak reino tiba-tiba muncul dari balik meja tempat cahaya tadi terjatuh
"halow ira, so sorry karna kamu menunggu lama ya"
seketika ira terkejut dan tak menyangka mengapa pak reino tiba-tiba muncul dari balik meja, sementara dari tadi tak seorangpun ada dalam bar ini.
"tadi saya lagi ada kerjaan, jadi saya telat untuk membimbing hari pertama kamu bekerja" (kata pak reino).
"loh bapak datang darimana pak? dari tadi saya udah cari-cari tapi gak ada orang satupun di bar ini, terus kenapa bapak tiba-tiba ada disini?" (tanya ira agak sedikit ketakutan dan bingung)
" hmm... anu saya datang dari pintu belakang, ya sudah kalo gitu kamu ikut saya" (pak reino memerintah).
ira pun langsung mengikuti Pak reino ke balik meja, pak reino yang kemudian mulai mengambil beberapa minuman lalu meraciknya, terlihat tangan pak reino yang begitu lihai dan telaten dalam meracik minuman2 itu sampai ira merasa terkagum-kagum.
"tugas saya disini adalah meracik dan membuat minuman untuk tamu-tamu saya yang datang, sementara tugas kamu adalah menulis pesanan dan menghantarkan minuman2 ini ke tamu-tamu tersebut"
"baik pak saya mengerti" (dengan bersemangat ira menjawab perkataan pak reino).
"sekarang kamu ganti tulisan didepan dari close menjadi open ya" (perintah pak reino)
ira pun menyadari ternyata dari tadi tak ada pelanggan yang datang karena bar belum buka.
jam menunjukkan pukul 7 malam dan para pelangganpun mulai berdatangan, ira terperanga melihat setiap pelanggan yang datang karna begitu elok paras mereka seperti bule, hidung nya mancung, matanya berwarna dan tubuh mereka yang tinggi dan pucat. ira menyapa setiap pelanggan yang datang "selamat datang di sober mas, mbak mau pesan apa?"(dengan senyuman yang lembut)
"two logistic wine" (jawab pelanggan tersebut)
ira berkata dalam hatinya "(oalah aku lupa harusnya pake bahasa inggris) oke sir and miss"(jawab ira)
ira pun langsung bergegas memberikan catatan pesanan kepada pak reino. semakin banyak pelanggan yang datang dan semakin sibuk pula ira, Pak reino juga terlihat sibuk meracik minuman untuk para pelanggan, dengan sigap ira mengantarkan dan menjamu para pelanggan dengan minuman yang mereka pesan.
setelah selesai mengantar pesanan-pesanan tadi, irapun berdiri di pojok bar sambil memandangi situasi bar yang begitu tenang dengan lantunan music bernuansa melow, ini merupakan suasana bar yang nyaman.
sudah pukul 2 pagi dan tak ada pelanggan lagi, ira mulai membersihkan gelas2 minuman dari meja-meja bar, ntah kenapa ira tak merasa kelelahan dengan pekerjaannya hari ini, mungkin karena terlalu bersemangat.Pak reino tiba-tiba muncul dibelakang ira dan mengejutkannya.
"astaga pak reino, bapak buat saya kaget saja" (kata ira dengan nada kaget)
"Ira kerja yang bagus, hari ini saya kasih kamu insentif ini karena semangat kamu bekerja"sambil tersenyum pak reino memberi amplop yang berisi uang kepada ira.
" loh pak tapi kan saya baru bekerja hari ini, kenapa langsung diberi insentif?"(tanya ira)
"sudah terima aja, saya memang memperlakukan pekerja saya seperti ini sejak dulu"(jawab pak reino meyakinkan)
" baik pak terimakasih"
"sekarang kamu sudah bisa pulang ya"
"baik pak, permisi"
ira pun pulang dan beristirahat.
Kicauan burung dan bunyi suara orang-orang diluar membangunkan ira, ternyata sudah pukul 9 pagi.
"oh iya sampe lupa buka amplop yang dikasih pak reino semalam" (ira menepok jidatnya)
saat ira membuka amplop nya ira terkejut melihat isi uang ssenilai 1 juta rupiah.
"waduh.. sebanyak inikah gaji seorang waiters bar?"(tanya ira pada dirinya sendiri)
ira bergegas menelpon ibunya dan memberitahu perihal uang yang diberikan bos nya semalam.
"buk aku dikasih gaji sama bosku semalam, dan jumalah nya 1 juta padahal kan itu baru hai pertamaku buk"(kata ira dalam telepon)
" loh ndok, kamu kan cuma seorang pelayan kenapa gajinya sebanyak ini? kamu gak kerja macem2 kan di bar itu?"(tanya ibu ira)
"ya nggak lah buk, aku cuma kerja bersih-bersih dan mengantarkan pesanan sama orang2 bule yang datang, mereka juga baik2 kok, mereka pendiam dan gak banyak ngomong buk" (jawab ira menyakinkan ibu nya)
"yo wes, besok gausah minta lagi ya kalo dikasih bos mu, ini udah lebih dari cukup untuk pekerjaan kamu paling gak 2 minggu"(kata ibu ira)
"baik buk, ira mau nyuci dulu"
dan percakapan merekapun berakhir.
sore hari ira kembali bekerja di jam biasa jadwalnya yaitu pukul 5 sore, hari ini pak reino sudah terlihat membersihkan gelas-gelas di meja bar.
"selamat sore pak"(sambut ira)
namun pak reino hanya terdiam dan tak memperdulikan ucapan ira, sambil tetap fokus membersihkan gelas-gelas kaca dengan berhati-hati.
tanpa basa basi ira langsung mengambil sapu dan mulai membersihkan seluruh ruangan.
tiba-tiba "halow ira good afternoon!"(sapa pak reino yang tiba-tiba telah berada dibelakang ira)
"Astaga!! pak reino bapak ngejutin saya aja"(ira pun tersentak) "kok bapak tiba-tiba ada dibelakang saya, tadi kan bapak masi bersihin gelas di meja?"(tanya ira penasaran)
"saya sengaja mau ngejutin kamu, karna kamu special... kerja yang rajin ya"(kata pak reino sambil mengusap kepala ira)
ira terlihat terkesima dengan tingkah pak reino barusan.
"ternyata pak reino ganteng juga ya, baik lagi"(ira berkata dalam hati sambil masih memandang ke arah pak reino).
pukul 7 malam pelanggan berdatangan ke bar, kebanyakan pelanggan rata-rata bule dan berkulit pucat, mereka terlihat tak asing seperti pelanggan yang semalam juga, mereka tak banyak bicara hanya sekedar memesan minuman lalu kembali mematung. ira pun terlihat sedikit bingung dan penasaran dengan orang-orang yang datang ke bar ini, ia bertanya-tanya dalam benaknya, mengapa orang-orang ini hanya terdiam dan kaku seolah-olah seperti mayat berjalan. namun ia menolak untuk berpikiran terlalu jauh, ia mau fokus pada pekerjaannya saja.
hari ini pekerjaan mereka selesai dan waktunya ira untuk pulang
"ira ini insentif kamu buat hari ini"(kata pak reino sambil ingin memberi amplop berisi uang)
"ngak...ngak pak, saya gak akan terima uang itu, semalam kan bapak udah kasi saya dengan jumlah yang banyak"(ira menolak pemberian pak reino)
"ya udah deh... kalo gitu saya antarkan kamu pulang aja ya?"
"gak usah pak, saya naik ojol aja"
tiba-tiba hujan turun mengguyur dari luar, pak reino dan ira yang bersama-sama melihat ke arah luar, lalu pak reino memalingkan pandangannya kembali pada ira.
"gak boleh nolak loh"(sahut pak reino dengan nada memperingati)
"ya sudah pak"(kata ira sambil sedikit tertunduk)
malam ini akhirnya ira pulang bersama dengan pak reino, ntah apa yang membuat perasaan ira terasa sangat nyaman saat berada disamping pak reino.
dalam perjalanan hujan pun reda dan terlihat tak ada air yang membasahi aspal jalan, ira pun lantas berpikir tadi saat dirinya masih di bar hujan begitu derasnya turun.
"tadi kayaknya hujan deras deh, kenapa didekat sini gak hujan yah?"(tanya ira)
pak reino hanya tersenyum sambil menyetir mobil, dalam hati ira berfikir sudahlah mungkin itu hanya hujan sebagian.
sesampainya di depan rumah ira, pak reino pun ikut turun sambil menatap ira.
"good night ira, semoga tidurmu menyenangkan"(kata pak reino sambil tersenyum dan menepuk bahu ira)
ira yang baru pertama kali diantarkan pulang oleh pak reinopun merasa tak habis pikir dengan kebaikan pak reino.
"trimakasih ya pak"(jawab ira sambil menunduk)
pak reino kemudian kembali memasuki mobil dan beranjak pulang. ira masih menunggu dan memandangi mobil pak reino yang melaju sampai akhirnya tak terlihat lagi barulah ia masuk kerumah. malam ini sudah pukul 2 lewat 15 menit, ira sudah nampak kelelahan, sebelum beranjak ke tempat tidur ira ingat kalau besok dia ada ulangan, maka ia berinisiatif untuk membaca beberapa topik saja untuk setengah jam lalu pergi tidur, saat ira membuka tas nya, ia terkejut melihat ada amplop kuning didalam tasnya.
"loh, amplop! apakah ini amplop yg kutolak tadi dari pak reino ya?"(ia berbicara pada dirinya sendiri)
lalu ira membuka isi amplop tersebut dan betapa tercengangnya ia melihat ada setumpuk uang dalam amplop tersebut, kemudian ia menghitungnya.
"sepuluh juta!!"(dengan nada agak keras ira tersentak kemudian menutup mulutnya)
irapun lantas langsung pergi kekamar ibunya dan memberitahukan kepada ibunya mengenai jumlah uang yang ada ditas nya.
"buk ira dikasih duit 10 juta"(kata ira nada terkejut)
"hah... maksudmu apa toh ra? kok bisa kamu dapet uang sebanyak ini?"(tanya ibu ira kaget)
"tadi kan pak reino mau kasih aku amplop tapi gak aku terima kok buk, tapi ini ntah kenapa tiba-tiba ada ditas ku"
"loh...loh ya jelas itu dari pak reino, mungkin dia naroh di tas kamu pas kamu lg kerja"(jawab ibu ira)
"iya yah buk, kenapa coba pak reino sampe ngasih uang sebanyak itu sama aku?"(tanya ira)
"yah udah gak usah dipikirin, pokoknya besok kamu pergi kerja, kamu balikin uang itu ke pak reino ya, jangan terima uang yang bukan hak mu ira"(kata ibu ira meyakinkan anaknya)
"iya buk, besok aku kembalikan uang ini"
keesokan harinya ira kembali berkuliah seperti biasanya, hari ini ririn tak masuk kuliah karena sakit, ira hari ini duduk bersebelahan dengan rasti yang kebetulah adalah tetangganya, mereka tak terlalu kompak di kampus, hanya saja mereka sering saling sapa saat dirumah.
"ira denger-denger kamu sudah kerja ya? dimana?"(tanya rasti)
"oh aku kerja di salah satu bar di jalan cendrawasih ras, nama bar nya sober"(jawab ira)
"di jalan cendrawasih dimana nya ya?"
"kalo kamu tau kuburan pahlawan, nah tepat disampingnya itu ada bar"
"ah masa sih ra, setauku samping kuburan pahlawan itu ga ada bar, tapi kayaknya cuma ada bangunan tua yang udah gak kepake lagi dan itu bangunan belanda" (kata rasti kebingungan)
"iya bangunan tua, tapi itu bangunan masih dipake kok ras, dalemnya luas dan bagus"(kata ira meyakinkan)
"masa sih ras, tapi banyak orang bilang kalo bangunan itu udah terbengkalai sejak dulu, sejak masa penjajahan dulu, orang tuaku juga tau"(sangkal rasti)
"mungkin pak reino ngeronovasi bangunan itu buat dijadiin bar, aku gak peduli sih mau itu bangunan belanda atau bangunan wewe gombel, yang pasti sekarang itu udah jadi bar" (kata ira)
rasti semakin penasaran dengan kata-kata ira, ia bingung dengan ira yang mengakatakn bahwa bangunan kosong itu sudah dijadikan bar, padahal ia sering melewati tempat itu.
sore harinya setelah selesai perkuliahan ira bersiap-siap untuk bekerja, kali ini ira naik ojol ketempat kerjanya. saat sampai di lokasi tiba-tiba tukang ojol berkata pada ira,
"loh mbak gak salah lokasi kan? kok berhentinya di dekat kuburan?"(tanya kang ojol)
"nggak kok pak, saya kerja disana"(sambil menunjuk bangunan tua yang sudah terlihat rusak)
irapun bergegas pergi karna ingin segera bekerja, tukang ojol yang mengantarkan ira pun bingung, dan ia kembali menerima orderan dari pelanggan sehingga ia langsung bergegas untuk pergi juga.
didalam ira kemudian langsung menemui pak reino, dilihatnya pak reino tengah membersihkan gelas-gelas seperti biasanya.
"pak reino, saya mau kembalikan uang bapak"(sambil menyodorkan amplop kuning berisi uang tersebut)
"loh kenapa dikembalikan?"(tanya pak reino)
"saya gak pantes mendapatkan uang sebanyak ini pak, saya kan masih pegawai baru disini"
pak reino terlihat mengernyitkan dahinya "itu uang yang berhak kamu dapatkan dan belum seberapa, selama bertahun-tahun kan kamu gak bekerja karena kami sudah menetapkan kamu untuk kerja disini karna kamu adalah orang terpilih" (kata pak reino menjelaskan)
"maksudnya apa ya pak? saya gak ngerti sama sekali"(tanya ira dengan rasa bingung)
"kamu akan tahu nanti, yaudah sini uangnya kalo kamu gak mau, sana kamu kerja lagi gih"(kata pak reino sambil menarik uang dari tangan ira)
ira terlihat bingung dengan tingkah pak reino, iapun segera melakukan pekerjaannya menyapu dan membersihkan segalanya, dalam hati ira ia masih bertanya-tanya dengan ucapan pak reino barusan mengenai menetapkan dirinya untuk bekerja disini sehingga selama bertahun-tahun ia sulit mendapat pekerjaan.
jam menunjukkan pukul 7 malam dimana memang selalu menjadi waktu para pengunjung mulai datang, pelanggan yang datang masih seperti biasanya dan ira melihat, pelanggan ini adalah pelanggan yang kemarin juga, ia berfikir mungkin mereka pelanggan yang setia. hari ini tiba-tiba terasa begitu dingin , bulu kuduk ira merinding teringat perkataan temannya rasti tadi siang. ia melihat respon dan tingkah laku pelanggannya masih tetap sama yaitu kaku dan tak banyak bicara, hanya memesan kemudian kembali duduk, tidak sama seperti keadaan bar lain diluar sana yang penuh dengan gemuruh dan lagu-lagu dj. Disini bahkan hanya memakai suara radio dengan lagu-lagu melow. tiba-tiba ada seseorang menyenggolnya yang kemudian membuyarkan lamunanannya, ia kaget melihat orang itu, wajahnya begitu pucat seperti mayat, sedikit menyeramkan dan membuat ia ingin cepat-cepat pulang dan meninggalkan tempat ini.
sesaat kemudian ira merasa lega karena dilihatnya jam menunjukkan pukul 2 pagi, sudah waktunya untuk pulang dan keluar dari kekacauan pikirannya ini. sebelum pulang pak reino muncul dan mengejutkannya.
"halow ira, kamu mau pulang?"
"ya Tuhan pak, bapak ngagetin saya lagi"(kata ira sambil mengelus dada)
"hmm... maaf, hari ini sebenarnya saya mau kasi insentif buat kamu, tapi kamu pasti bakal nolak" (kata pak reino)
ira terlihat sedikit berfikir "sebenarnya apa maksud ucapan bapak tadi soal alasan mengapa saya gak bisa dapat kerjaan bertahun-tahun?"
pak reino terlihat mengambil sebuah kertas kecil dan memberikannya kepada ira
"itu adalah nama dan alamat seseorang yang pernah bekerja disini, dia sama seperti kamu, sulit mendapatkan pekerjaan dan dia adalah orang yang terpilih juga"(terang pak reino)
"maksudnya pak?"(tanya ira)
"gak apa-apa ntar juga kamu tau, ini"(sambil memberikan amplop kepada ira)
"gak-gak pak saya ga akan terima uang sebanyak itu lagi, nanti saja saat saya gajian baru bapak kasi saya gaji sesuai dengan kapasitas pekerjaan saya"(kata ira sambil menolak pemberian pak reino)
ira kemudian permisi untuk pulang kerumahnya dengan banyak hal yang terbesik dipikirannya sejak awal ia datang bekerja tadi sore, dilihatnya sedikit wajah pak reino yang putih pucat sambil berjalan keluar.
sesampainya di rumah ira lantas langsung pergi untuk tidur karena rasa kantuk yang tak bisa ia tahan lagi.
Karena rasa penasaran rasti tentang tempat yang dimaksud ira, akhirnya keesokan paginya rasti mengajak adiknya nia untuk memeriksa ketempat itu.
"dek temenin kakak ke bangunan belanda di jalan cendrawasih yok"(ajak rasti)
rasti tak lupa untuk mengabadikan tempat itu, ia memfoto tempat itu mulai bagian luar hingga bagian dalamnya untuk dapat membuktikan kepada ira dan keluarganya bahwa apa yang ira katakan kalau ada bar ditempat itu adalah salah.
setelah melihat-lihat tempat itu kemudian rasti dan adiknya segera pergi kerumah ira, sesampainya di rumah ira, rasti bertemu dengan ibunya.
"bu, mana ira?"(tanya rasti)
"oh itu ira lagi nyuci kain ras, ada apa toh ras? kok pucat gitu mukannya?"(tanya ibu rasti)
ira yang sedang mencuci mendengar suara rasti dan segera pergi kedepan untuk melihat
"loh rasti kenapa pagi-pagi udah nongol sini?"
sambil melihat wajah serius rasti dan adiknya yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu
"ra dan ibuk kalian harus tau bahwa tempat yang selama ini jadi tempat kerja kamu itu ga nyata"
"kamu bilang kamu kerja di bar sober dekat kuburan cendrawasih kan? ini buktinya"(jelas rasti sambil menunjukkan foto bangunan tua yang kosong dari ponselnya)
ira dan ibunya pun melihat foto-foto yang tengah ditunjukkan oleh rasti dan adiknya
"loh kok bisa begini?"(tanya ira)
"ya ampun jadi ini tempat kamu kerja ra?(tanya ibu ira)
ira tak menyangka situasi bar yang selama ini menjadi tempatnya bekerja tiba-tiba menjadi berbeda dari tempat yang bagus menjadi tempat yang tak terawat dan berantakan.
"kalo masih gak percaya mending kita sama-sama pergi kesana buat mastiin"(kata rasti)
merekapun setuju untuk pergi bersama-sama ke tempat itu untuk melihat apakah benar yang dikatakan oleh rasti, tambah lagi rasti juga sudah menunnjukkan foto yang membuat mereka semakin percaya. setibanya ditempat itu begitu terkejutnya ira saat melihat rumah tua yang begitu rusak dan tak berpenghuni yang menjadi tempatnya bekerja dan mendapatkan uang.
ira menangis sambil terduduk saat memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya, mengapa keanehan ini terjadi padanya.
"ini tempat aku kerja buk, kenapa sekarang jadi seperti ini"(kata ira sambil menangis)
"sudah ra gausah kamu tangisi, mungkin ada sesuatu yang membuat kamu tau tempat ini, mendingan sekarang kita banyak-banyak berdoa dan berserah sama Tuhan"(kata ibu ira sambil menenangkan anaknya)
mereka akhirnya pulang kembali kerumah, sesampainya dirumah sudah ada ririn yang telah menunggu ira sedari tadi. ira pun yakin bahwa ririn sudah mengetahui akan hal yang juga terjadi pada dirinya.
"ra, mengenai tempat yang kemarin, itu bukan tempat nyata ra, itu adalah tempat dari alam gaib, bekas orang-orang belanda"(terang ririn)
ternyata ririn adalah seseorang yang memang bisa melihat hal-hal gaib di matanya, ia juga dianugrahi sebuah kemampuan untuk melihat hal-hal berbau mistik.
"jadi kemarin sejak sepulang dari tempat itu, badan aku jadi terasa sakit dan pegel banget sampe-sampe aku gak bisa kuliah"(kata ririn)
"jadi selama ini aku kerja dengan orang-orang belanda yang udah jadi hantu?"(dengan wajah penyesalan yang di tunjukkan oleh ira)
"iya ra bener"(jawab ririn)
Ira pun mengingat akan kertas kecil yang diberikan oleh pak reino semalam, yaitu alamat dari orang yang juga pernah bekerja di bar tersebut. lalu mereka bersama-sama pergi ke alamat yang tertulis disepercik kertas dengan nama Dewa.
"yah benar ini alamatnya"(kata ririn)
ira mengetok pintu rumahnya, dan terlihat keluar seorang lelaki yang masih muda, seperti seumuran dengan ira.
"apa benar ini rumahnya Dewa?"(tanya ira)
"ya benar ini dengan siapa ya?"(dewa kembali bertanya)
"saya ira, saya adalah pegawai di bar sober, apa kamu pernah bekerja di bar sober juga?"
dengan sedikit kaget dewa mendengar ucapan ira, lalu segera menyuruh mereka untuk masuk.
"kamu pasti mau tau tentang bar tersebut kan?"(kata dewa)
"iya bener, aku sudah bekerja disitu selama tiga hari, dan ntah kenapa aku juga selalu merasa ada yang janggal dari tempat itu, sampai akhirnya hari ini aku dikasih tau temenku kalo tempat itu ternyata kosong"(terang ira)
"gini yah, sebenernya awal aku kerja disana aku juga gak tau kalo itu tempat angker, yang aku liat cuma bar yang bagus dengan banyak botol-botol minuman yang mewah, aku baru tahu itu adalah tempat yang gak nyata setelah 3 hari bekerja disana, dan tempat itu dinamai kerajaan belanda"(kata dewa)
"mas tau darimana?"(tanya ririn)
"dari orang yang juga pernah bekerja disana, jadi tempat itu sudah ada sejak masa penjajahan belanda, dulunya itu juga merupakan sebuah bar, tempat tentara-tentara belanda bersenang-senang dan menghabiskan waktu mereka, saat itu setelah mereka menyiksa warga kita warga indonesia, mereka akan merayakan pembantaian itu dengan mabuk-mabukan disana, mereka juga mengeruk harta kekayaan negara kita"(dewa menerangkan dengan serius)
"lalu kenapa tempat itu jadi angker?"(tanya ririn)
"jadi dulu orang-orang belanda itu pernah mengalami kerasukan masal sehingga mereka bunuh diri bersama-sama, mungkin karena sanking kejamnya maka mereka mendapatkan bala seperti itu dan untuk membalaskan perbuatan mereka terhadap rakyat indonesia, akhirnya roh mereka tetap tinggal ditempat itu untuk memberikan keperluan yang dibutuhkan oleh orang-orang terpilih seperti kita"(kata dewa)
"terus apa alasan semalam pak reino bilang, kalo saya sudah dipilih sehingga saya gak bisa mendapatkan pekerjaan?"(tanya ira)
"ya saya juga seperti itu, mungkin lebih tepatnya, mereka mempersiapkan badan kita supaya gak mengalami kesakitan saat nanti akan bekerja ditempat itu, saya juga tau cerita ini dari seseorang yang juga pernah bekerja disitu selama 3 hari, pak reino juga memberikan saya sepucuk surat bertuliskan alamat orang tersebut, mungkin supaya siapapun yang sudah selesai masa kerjanya selama 3 hari disitu, maka akan mendapat informasi kebenarannya dari bekas pegawainya juga, lebih tepatnya pegawai kerajaan belanda" (kata dewa)
"saya juga dapet uang yang cukup banyak dari pak reino, dan semalam dia mau kasih saya juga, tapi saya tolak"(kata ira)
"mending sekarang kamu cek di tas kamu, mungkin uangnya ada, karena kita gak bisa menolak pemberian dari dia, walau kita tolak, pasti akan muncul lagi, karena pemberian itu adalah balasan akan harta tanah negara ini yang sudah mereka curi dan jajah"(jelas dewa)
"apakah hal ini bisa dibilang sebuah musibah?"(tanya ira)
"kalo kita bisa fikir sepertinya ini bukanlah sebuah musibah mbak, justru ada sebuah hikmah di balik ini semua, dimana kita bisa belajar untuk hidup lebih baik dan menjauhi hal-hal yang buruk, karena setiap perbuatan buruk akan menerima sebab dan akibatnya"
akhirnya mereka sama-sama memahami apa yang baru saja terjadi, mereka pun mengucap terimakasih kepada dewa yang telah memberitahukan apa maksud dari kejadian yang dialami ira dan dirinya.
sesampainya ira dirumah ira mulai mengecek isi tasnya, dan benar saja tumpukan uang kertas memadati tas ira, saat mereka menghitung jumlahnya ada sekitar 200 juta ditas ira. ira dan ibunya pun mengucap syukur atas apa yang mereka dapatkan, ini adalah sebuah berkat yang di dapat secara cuma-cuma. ira masih membayangkan betapa baiknya sosok pak reino yang membuatnya jatuh hati dan ternyata perasaannya harus berakhir karena ternyata pak reino adalah sosok roh tentara belanda. walaupun begitu ira tetap bersyukur atas apa yang sudah terjadi, ia tidak akan melupakan kejadian yang membuat hidupnya mengalami hal yang tak pernah terduga. dan satu lagi, ira memutuskan untuk menyumbangkan seluaruh uang yang ia dapat tadi kepada orang-orang yang tidak mampu serta anak-anak yatim piatu, sehingga uang tersebut berarti bagi banyak orang. Dan untuk siapapun nantinya yang akan mengalami hal seperti ini lagi, ia berharap agar mereka dapat mempergunakan uang yang mereka dapat untuk membantu sesama yang membutuhkan.
dibukanya horden kamar dan diikatan di ujung jendela itu. ira melihat dari jendela kamarnya awan begitu gelap mendung hendak hujan.
pagi ini cuaca seakan tak bersahabat sama seperti hati dan pikiranya yang tak menemukan kecocokan dalam menentukan titik terang masa depan.
Ira menangis tetapi air mata seakan menolak untuk keluar, karena hati yang menenangkannya.
"kerjaan belum dapet, ga bisa keluar bareng temen karna duit pas-pasan, ga bisa beli apa-apa, uang kuliah juga masi mikir lagi mau dapet dari mana!"
Ira tak tau apa yang akan dilakukan selanjutnya, hanya bisa menghela nafas untuk pagi ini.
hujan tiba2 terdengar dengan deras dari luar, dahulu ira menyukai hujan, tapi saat ini ia membenci hujan saat pagi hari karena cuciannya tak akan kering.
ya ira harus melakukan tugas rumah dan kembali mencari cari lowongan pekerjaan di aplikasi pencari pekerjaan di ponselnya, inilah pekerjaan ira terus menerus dan tak tau sampai kapan.
Digulungnya rambutnya dan diikat, lalu mengambil kacamata yang diletakkan diatas meja dan dipakai lalu mulai pergi ke dapur untuk mengecek kain kotor dan mencucinya.
hari ini hujan, tak tau sampai jam berapa, ira hanya berharap siang ini terik supaya kain-kain yang dicuci bisa kering.
kalau orang lain tau cerita ira dimana seorang gadis tua berumur 24 tahun berjuang untuk kuliah tanpa dana yang pasti dan tanpa pekerjaan, mungkin orang lain akan mengira bahwa dirinya adalah gadis yang malas, tak berpengalaman dan tak pandai bekerja. padahal ia tengah susah payah berjuang dengan meminjam uang dari seorang kolektor untuk bisa berkuliah dengan biaya 3 juta untuk cicilan awal, universitas tak ternama pun tak apa, asal ia bisa kuliah seperti teman2nya yang sudah berkuliah sejak tamat SMA.
pikiran demi pikiran banyak tersirat di kepalanya sambil memberus baju
yang menumpuk di ember cucian, paling tidak penak dalam kepalanya yang begitu
banyak ini bisa mengurangi rasa pegal di tangannya yang sejak dari tadi memberus
pakaian-pakaian yang banyak.
bergegas ke teras rumah dan mulai menebas kain lalu menjemurnya.
"capek nya ampun lah" selesai ira mejemur lalu langsung membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang yang langsung menyibakkan debu2nya dan membuat hidung ira terasa gatal, "walaupun kursi ini sudah tua namun aroma debunya sudah menjadi sahabatku sejak dulu" (ungkap ira dalam hati)
"kursi ini punya cerita sejak aku kecil, dimana menjadi tempatku bermain dan tertidur".
Ira mengambil ponselnya dan mulai untuk melakukan kebiasaannya, mengecek aplikasi pencari pekerjaan.
Ira telah banyak mengirim lamaran pekerjaan ke semua perusahaan yang membuka lowongan, namun sepertinya semua lamaran yang ia kirimkan tak ada artinya bagi setiap perusahaan itu.
"ntah apa salah dan dosaku sampai-sampai aku merasa tertolak atas apapun yang ada di dunia ini"(ira menggerutu).
Kendati memikirkan banyak sekali hal2 yang terus melelahkan pikirannya, sambil menscroll ponsel, tiba-tiba ira merasa kantuk dan tertidur.
ira memang hanya tinggal berdua dengan ibunya, ayahnya sudah meninggal dan ira adalah anak semata wayang. ibunya hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan bekerja sejak pagi hingga sore hari, sehingga seluruh pekerjaan rumah ira yang mengerjakan.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 saat ira mulai tertidur.
...
Tiba-tiba ponsel berdering keras membuat ira terbangun dari tidurnya yang cukup pulas tadi, itu adalah suara alarm hp ira yang telah distel sejak ira mulai kuliah, alarm itu ia setel karena terlalu bersemangatnya ingin menyambut perkuliahan di hari senin sampai kamis.
pukul 2 siang ini ira akan memulai perkuliahannya, saat ini ia berada di semester 1.
Ia mulai mempersiapkan diri, mandi lalu mengenakan kemeja merah kotak-kotak favoritenya, baju ini selalu dipakai 2 kali seminggu untuk kuliah, untuk dua hari yang lain ira akan memakai kaos oblongnya yang berwarna putih dan hitam. Ia hanya memiliki beberapa baju saja, untuk diganti-ganti. Diikatnya rambutnya lalu memoles sedikit bedak bayi di wajahnya, bersiap akan pergi. Ira menunggu angkot di pinggir pasar dekat rumahnya yang hanya berjarak setengah kilometer saja, mempersiapkan duit 3000 untuk ongkos.
lalu angkot berhenti tepat didepan kampus ira, ira keluar dari angkot dan mulai berjalan dengan baju lusuhnya menyusuri jalanan yang dilapisi dengan batako menuju ke kelas, terlihat ada sekumpulan mahasiswa laki-laki yang duduk diparkiran motor sambil berkata, " kok bajunya itu-itu mulu kak" sambil tertawa mereka meledek. Ira mempercepat langkahnya menuju kekelas tanpa melihat sosok laki-laki yang meledeknya tadi.
Ira adalah mahasiswa yang paling tua di kelasnya, masing2 temannya berusia 18 atau 19 tahun dan mereka sama sekali tidak ada yang bekerja, karena biaya kuliah mereka berasal dari orang tua mereka sendiri. berbeda dengan ira yang tak dibiayai sama sekali karena orang tuanya kurang mampu.
mata kuliah UKM sudah dimulai, tiba-tiba ririn membisikkan sebuah kalimat yang langsung menyentuh telinganya.
"Ra, mau kerjaan gak?"
" kerjaan opo rin?" (dengan nada bersemangat)
" ada bar yang nyari pelayan cewek ra nama bar nya sober, kamu mau gak?"
" ya tentu aku maulah rin, aku kan emang butuh kerjaan dari dulu"
" Ira ira... seandainya kamu tuh dari dulu gausah gengsi kalo kerja dimanapun, kan dari dulu kamu bisa ngumpulin insentif buat beli baju dan bayar uang kuliah"( jawan ririn nyolot).
" kamu tau sendiri kan rin kalo bumi seakan gak memihak sama aku, dari dulu juga aku udah coba untuk ngelamar jadi office girl tapi ga pernah diterima, bahkan aku udah coba ngelamar untuk bantu jadi tukang proyek bangunan tapi hasilnya nihil, gak ada yang mau nerima aku".
" halah, bacot lu ra, mana ada sih bumi gak mihak sama lo, toh lo kan masih bisa hidup di bumi... hahahh..."
" ya wes gimana soal kerjaan itu, lo gak lagi becanda kan?"(tanya ira)
" nggak lah, ntar sepulang kuliah gua anter lo kesana"(jawab ririn)
pembicaraan mereka terhenti soal pekerjaan, sampai perkuliahan selesai dan mereka bersiap pergi ke bar yang dibicarakan ririn tadi.
Ririn langsung mengengkol sepeda motornya dan membonceng ira menuju bar sober.
sesampainya di bar tersebut mereka bingung dengan keberadaan bar yang berdiri tepat disamping kuburan pahlawan di jalan cendrawasih.
ira bertanya, " rin lo yakin ini tempatnya? kok gua liat kaya rumah hantu ya!"
" ya gua juga baru kali ini kesini ra, cowo bule semalam yang kasih tau alamatnya sama gua"
sedikit percakapan sebelum mereka memasuki bar tersebut.
"lo tau gak gimana rasanya kerja di bar?"(tanya ira penasaran)
" ya mana gua tau ra, gua denger- denger sih katanya, lo harus tahan sama bau minuman keras, tapi yang lain gua kurang tau, mending lo coba dulu deh itung-itung nambah experience lo"
merekapun masuk ke dalam bar tersebut dan kaget saat melihat bagian dalam bar yang begitu luas dan dipenuhi rak-rak minuman keras, dari luar padahal terlihat kecil dan seperti rumah hantu namun berbeda jauh saat masuk kedalamnya, sore ini nampak masih belum terlihat pengunjung yang datang ke bar ini. terlihat ada satu orang pemuda yang sibuk membersihkan meja-meja dan tempat duduk, sambil sesekali bernyanyi dengan suara yang nyaring.
" permisi mas" ira mengeluarkan dua patah kata
" oh iya ada apa dek?" sahut seorang lelaki dengan wajah putih, hidung yang mancung serta mata indah nya yang berwarna coklat bercampur abu-abu dengan tubuh tinggi dan atletis bak seorang model.
sontak saja ririn terperangah melihat sosok didepan nya yang begitu tampan dan sempurna, namun ira terlihat biasa saja dan seolah menyadari tujuannya ke tempat ini adalah untuk mencari pekerjaan bukan untuk melihat cowok.
"maaf mas, saya kesini dengan tujuan untuk mencari pekerjaan, saya dapat info kalo bar ini buka lowongan untuk seorang waiters, kalo tidak keberatan saya ingin menjadi pelayan disini mas."
ira bertanya dengan penuh pengharapan dan kesungguhan
" mbak tau darimana yah? karena bar ini gak sembarangan kalo mau memberi info pekerjaan kepada orang diluar"(tanya lelaki itu)
" anu dari saya mas"(jawab ririn) "saya sih sebenernya tau dari seorang cowo bule, gak tau siapa, yang jelas katanya pernah datang ke bar ini"(tambah ririn)
" kalo boleh tau siapa nama temen mbaknya?"
"saya tanya sih katanya namanya edo mas, mas kenal gak?"
"oh edo, itu memang temen saya hahah" (ungkap lelaki itu sambil menepok jidatnya)
"nah sekarang emang gak sembarang orang bisa tau tentang bar ini mbak, hanya orang-orang terpilih saja yang bisa bekerja disini, kemarin ada lelaki yang bekerja disini, tapi sekarang dia udah nggak kerja lagi" (katanya kembali).
Ira dan ririn pun kebingungan mendengar pernyataan dari lelaki tersebut, seakan merasa aneh dengan tingkahnya.
"kalo boleh tau berapa lama memang lelaki itu kerja disini mas?" (tanya ira)
" sudah ntar juga kamu tau, kalau begitu pekenalkan nama saya adalah Reino, dan saya pemilik cafe ini. berhubung pekerja saya sudah tidak ada, saya akan langsung terima kamu kerja disini Ira".
ira dan ririn pun terkejut " loh kenapa masnya tau nama saya yah? kan saya belum perkenalkan nama" (tanya ira kebingungan).
" heheheheh.... so, temen kamu ini ririn ya? kamu juga mau bekerja disini kah?"
"a..a..anu saya gak sedang mencari kerja mas" (ririn pun terkejut kebingungan saat reino tahu namanya juga)
"baiklah Ira mulai besok pukul 5 sore kamu boleh datang dan langsung bekerja yah, nanti saya akan ajarkan apa saja yang mau dikerjakan"
"baik mas, terimakasih banyak"(kata ira)
"oh gak apa-apa, oh ya panggil saya Pak reino saja ya."
"kalo begitu kami permisi ya pak"
"monggo pak" ira dan ririn pun meninggalkan tempat itu.
"kamu merasa ada yang aneh gak? kenapa mas itu bisa tahu nama kita coba?"(tanya ririn penasaran)
"iya sih, tapi yaudah lah lagian itu gak penting, sekarang yang penting aku bisa dapat kerjaan. Yeaaaa..."(teriak ira kegirangan).
betapa bahagianya ira mengetahui bahwa ia bisa memperoleh pekerjaan, selama ini susah payah ia mendapat pekerjaan, dan tadi sore seakan merupakan keajaiban bagi nya.
...
Keesokan harinya ira begegas dan bersemangat melakukan tugas rumahnya seperti biasa, mencucui pakaian dan membersihkan rumah, lalu berangkat kuliah. hari ini ira berangkat kuliah dengan mengenakan kaos hitam oblong nya dan menunggu angkot seperti biasa, dalam perjalanan pikirannya tak pernah lepas dari pekerjan pertamanya nanti di bar sober. dalam benaknya ia menyatakan "apapun yang akan kukerjakan nanti aku harus bisa melakukan pekerjaanku dengan baik supaya bosku senang dengan keberadaanku" sambil tersenyum kecil dan bahagia yang menyelimuti wajahnya.
ira turun dari angkot dan berjalan menyusuri jalan menuju kelasnya. terlihat beberapa mahasiswa laki-laki seperti biasa berkumpul diparkiran dan memandangi ira. kali ini mereka bermaksud menggoda ira. " Hai cewek!!" (sahut mereka), namun seolah ira tak mempermasalahkan rayuan itu, pikirannya hanya fokus pada bar sober, sambil tetap terus berjalan menuju kelasnya.
hari ini ada 2 mata kuliah dan selesai pukul setengah 5. "rin nanti mau gak anterkan aku ke sober?"(bujuk ira)
"ya wes ra, tapi aku masih penasaran sama mas ganteng itu, kok bisa-bisanya dia tau nama kita?"(kata ririn sambil menggigit jarinya)
"udahlah rin, gausah dipikirin"(ira menambah)
perkuliahan telah selesai untuk hari ini, dan ririnpun megantarkan ira ke bar tempatnya akan bekerja.
setelah sampai ira bergegas masuk kedalam dan dilihatnya bar itu masih sepi tak berpengunjung, dalam benaknya "mungkin bar ini akan rame pas malam nanti". namun ira pun tak melihat keberadaan Pak Reino, bar ini sungguh sepi dan hanya sedikit pencahayaan.
ira pun mulai mengambil inisiatif untuk mengatur bangku-bangku dan meja-meja bar juga membersihkan debu-debu yang lengket. 1 jam ira menikmati pekerjaannya membersihkan seluruh bar tersebut tanpa kehadiran seorang Pak reino yang semalam berjanji akan membimbingnya bekerja.
dalam kefokusan nya membersihkan setiap sudut bar, tiba2 muncul cahaya yang jatuh di balik meja tempat meracik minuman. seketika ira pun terperanjat dan kebingungan cahaya apa barusan, lalu ira pun pergi mengecek tempat cahaya tadi terjatuh.
pak reino tiba-tiba muncul dari balik meja tempat cahaya tadi terjatuh
"halow ira, so sorry karna kamu menunggu lama ya"
seketika ira terkejut dan tak menyangka mengapa pak reino tiba-tiba muncul dari balik meja, sementara dari tadi tak seorangpun ada dalam bar ini.
"tadi saya lagi ada kerjaan, jadi saya telat untuk membimbing hari pertama kamu bekerja" (kata pak reino).
"loh bapak datang darimana pak? dari tadi saya udah cari-cari tapi gak ada orang satupun di bar ini, terus kenapa bapak tiba-tiba ada disini?" (tanya ira agak sedikit ketakutan dan bingung)
" hmm... anu saya datang dari pintu belakang, ya sudah kalo gitu kamu ikut saya" (pak reino memerintah).
ira pun langsung mengikuti Pak reino ke balik meja, pak reino yang kemudian mulai mengambil beberapa minuman lalu meraciknya, terlihat tangan pak reino yang begitu lihai dan telaten dalam meracik minuman2 itu sampai ira merasa terkagum-kagum.
"tugas saya disini adalah meracik dan membuat minuman untuk tamu-tamu saya yang datang, sementara tugas kamu adalah menulis pesanan dan menghantarkan minuman2 ini ke tamu-tamu tersebut"
"baik pak saya mengerti" (dengan bersemangat ira menjawab perkataan pak reino).
"sekarang kamu ganti tulisan didepan dari close menjadi open ya" (perintah pak reino)
ira pun menyadari ternyata dari tadi tak ada pelanggan yang datang karena bar belum buka.
jam menunjukkan pukul 7 malam dan para pelangganpun mulai berdatangan, ira terperanga melihat setiap pelanggan yang datang karna begitu elok paras mereka seperti bule, hidung nya mancung, matanya berwarna dan tubuh mereka yang tinggi dan pucat. ira menyapa setiap pelanggan yang datang "selamat datang di sober mas, mbak mau pesan apa?"(dengan senyuman yang lembut)
"two logistic wine" (jawab pelanggan tersebut)
ira berkata dalam hatinya "(oalah aku lupa harusnya pake bahasa inggris) oke sir and miss"(jawab ira)
ira pun langsung bergegas memberikan catatan pesanan kepada pak reino. semakin banyak pelanggan yang datang dan semakin sibuk pula ira, Pak reino juga terlihat sibuk meracik minuman untuk para pelanggan, dengan sigap ira mengantarkan dan menjamu para pelanggan dengan minuman yang mereka pesan.
setelah selesai mengantar pesanan-pesanan tadi, irapun berdiri di pojok bar sambil memandangi situasi bar yang begitu tenang dengan lantunan music bernuansa melow, ini merupakan suasana bar yang nyaman.
sudah pukul 2 pagi dan tak ada pelanggan lagi, ira mulai membersihkan gelas2 minuman dari meja-meja bar, ntah kenapa ira tak merasa kelelahan dengan pekerjaannya hari ini, mungkin karena terlalu bersemangat.Pak reino tiba-tiba muncul dibelakang ira dan mengejutkannya.
"astaga pak reino, bapak buat saya kaget saja" (kata ira dengan nada kaget)
"Ira kerja yang bagus, hari ini saya kasih kamu insentif ini karena semangat kamu bekerja"sambil tersenyum pak reino memberi amplop yang berisi uang kepada ira.
" loh pak tapi kan saya baru bekerja hari ini, kenapa langsung diberi insentif?"(tanya ira)
"sudah terima aja, saya memang memperlakukan pekerja saya seperti ini sejak dulu"(jawab pak reino meyakinkan)
" baik pak terimakasih"
"sekarang kamu sudah bisa pulang ya"
"baik pak, permisi"
ira pun pulang dan beristirahat.
...
Kicauan burung dan bunyi suara orang-orang diluar membangunkan ira, ternyata sudah pukul 9 pagi.
"oh iya sampe lupa buka amplop yang dikasih pak reino semalam" (ira menepok jidatnya)
saat ira membuka amplop nya ira terkejut melihat isi uang ssenilai 1 juta rupiah.
"waduh.. sebanyak inikah gaji seorang waiters bar?"(tanya ira pada dirinya sendiri)
ira bergegas menelpon ibunya dan memberitahu perihal uang yang diberikan bos nya semalam.
"buk aku dikasih gaji sama bosku semalam, dan jumalah nya 1 juta padahal kan itu baru hai pertamaku buk"(kata ira dalam telepon)
" loh ndok, kamu kan cuma seorang pelayan kenapa gajinya sebanyak ini? kamu gak kerja macem2 kan di bar itu?"(tanya ibu ira)
"ya nggak lah buk, aku cuma kerja bersih-bersih dan mengantarkan pesanan sama orang2 bule yang datang, mereka juga baik2 kok, mereka pendiam dan gak banyak ngomong buk" (jawab ira menyakinkan ibu nya)
"yo wes, besok gausah minta lagi ya kalo dikasih bos mu, ini udah lebih dari cukup untuk pekerjaan kamu paling gak 2 minggu"(kata ibu ira)
"baik buk, ira mau nyuci dulu"
dan percakapan merekapun berakhir.
sore hari ira kembali bekerja di jam biasa jadwalnya yaitu pukul 5 sore, hari ini pak reino sudah terlihat membersihkan gelas-gelas di meja bar.
"selamat sore pak"(sambut ira)
namun pak reino hanya terdiam dan tak memperdulikan ucapan ira, sambil tetap fokus membersihkan gelas-gelas kaca dengan berhati-hati.
tanpa basa basi ira langsung mengambil sapu dan mulai membersihkan seluruh ruangan.
tiba-tiba "halow ira good afternoon!"(sapa pak reino yang tiba-tiba telah berada dibelakang ira)
"Astaga!! pak reino bapak ngejutin saya aja"(ira pun tersentak) "kok bapak tiba-tiba ada dibelakang saya, tadi kan bapak masi bersihin gelas di meja?"(tanya ira penasaran)
"saya sengaja mau ngejutin kamu, karna kamu special... kerja yang rajin ya"(kata pak reino sambil mengusap kepala ira)
ira terlihat terkesima dengan tingkah pak reino barusan.
"ternyata pak reino ganteng juga ya, baik lagi"(ira berkata dalam hati sambil masih memandang ke arah pak reino).
pukul 7 malam pelanggan berdatangan ke bar, kebanyakan pelanggan rata-rata bule dan berkulit pucat, mereka terlihat tak asing seperti pelanggan yang semalam juga, mereka tak banyak bicara hanya sekedar memesan minuman lalu kembali mematung. ira pun terlihat sedikit bingung dan penasaran dengan orang-orang yang datang ke bar ini, ia bertanya-tanya dalam benaknya, mengapa orang-orang ini hanya terdiam dan kaku seolah-olah seperti mayat berjalan. namun ia menolak untuk berpikiran terlalu jauh, ia mau fokus pada pekerjaannya saja.
hari ini pekerjaan mereka selesai dan waktunya ira untuk pulang
"ira ini insentif kamu buat hari ini"(kata pak reino sambil ingin memberi amplop berisi uang)
"ngak...ngak pak, saya gak akan terima uang itu, semalam kan bapak udah kasi saya dengan jumlah yang banyak"(ira menolak pemberian pak reino)
"ya udah deh... kalo gitu saya antarkan kamu pulang aja ya?"
"gak usah pak, saya naik ojol aja"
tiba-tiba hujan turun mengguyur dari luar, pak reino dan ira yang bersama-sama melihat ke arah luar, lalu pak reino memalingkan pandangannya kembali pada ira.
"gak boleh nolak loh"(sahut pak reino dengan nada memperingati)
"ya sudah pak"(kata ira sambil sedikit tertunduk)
malam ini akhirnya ira pulang bersama dengan pak reino, ntah apa yang membuat perasaan ira terasa sangat nyaman saat berada disamping pak reino.
dalam perjalanan hujan pun reda dan terlihat tak ada air yang membasahi aspal jalan, ira pun lantas berpikir tadi saat dirinya masih di bar hujan begitu derasnya turun.
"tadi kayaknya hujan deras deh, kenapa didekat sini gak hujan yah?"(tanya ira)
pak reino hanya tersenyum sambil menyetir mobil, dalam hati ira berfikir sudahlah mungkin itu hanya hujan sebagian.
sesampainya di depan rumah ira, pak reino pun ikut turun sambil menatap ira.
"good night ira, semoga tidurmu menyenangkan"(kata pak reino sambil tersenyum dan menepuk bahu ira)
ira yang baru pertama kali diantarkan pulang oleh pak reinopun merasa tak habis pikir dengan kebaikan pak reino.
"trimakasih ya pak"(jawab ira sambil menunduk)
pak reino kemudian kembali memasuki mobil dan beranjak pulang. ira masih menunggu dan memandangi mobil pak reino yang melaju sampai akhirnya tak terlihat lagi barulah ia masuk kerumah. malam ini sudah pukul 2 lewat 15 menit, ira sudah nampak kelelahan, sebelum beranjak ke tempat tidur ira ingat kalau besok dia ada ulangan, maka ia berinisiatif untuk membaca beberapa topik saja untuk setengah jam lalu pergi tidur, saat ira membuka tas nya, ia terkejut melihat ada amplop kuning didalam tasnya.
"loh, amplop! apakah ini amplop yg kutolak tadi dari pak reino ya?"(ia berbicara pada dirinya sendiri)
lalu ira membuka isi amplop tersebut dan betapa tercengangnya ia melihat ada setumpuk uang dalam amplop tersebut, kemudian ia menghitungnya.
"sepuluh juta!!"(dengan nada agak keras ira tersentak kemudian menutup mulutnya)
irapun lantas langsung pergi kekamar ibunya dan memberitahukan kepada ibunya mengenai jumlah uang yang ada ditas nya.
"buk ira dikasih duit 10 juta"(kata ira nada terkejut)
"hah... maksudmu apa toh ra? kok bisa kamu dapet uang sebanyak ini?"(tanya ibu ira kaget)
"tadi kan pak reino mau kasih aku amplop tapi gak aku terima kok buk, tapi ini ntah kenapa tiba-tiba ada ditas ku"
"loh...loh ya jelas itu dari pak reino, mungkin dia naroh di tas kamu pas kamu lg kerja"(jawab ibu ira)
"iya yah buk, kenapa coba pak reino sampe ngasih uang sebanyak itu sama aku?"(tanya ira)
"yah udah gak usah dipikirin, pokoknya besok kamu pergi kerja, kamu balikin uang itu ke pak reino ya, jangan terima uang yang bukan hak mu ira"(kata ibu ira meyakinkan anaknya)
"iya buk, besok aku kembalikan uang ini"
keesokan harinya ira kembali berkuliah seperti biasanya, hari ini ririn tak masuk kuliah karena sakit, ira hari ini duduk bersebelahan dengan rasti yang kebetulah adalah tetangganya, mereka tak terlalu kompak di kampus, hanya saja mereka sering saling sapa saat dirumah.
"ira denger-denger kamu sudah kerja ya? dimana?"(tanya rasti)
"oh aku kerja di salah satu bar di jalan cendrawasih ras, nama bar nya sober"(jawab ira)
"di jalan cendrawasih dimana nya ya?"
"kalo kamu tau kuburan pahlawan, nah tepat disampingnya itu ada bar"
"ah masa sih ra, setauku samping kuburan pahlawan itu ga ada bar, tapi kayaknya cuma ada bangunan tua yang udah gak kepake lagi dan itu bangunan belanda" (kata rasti kebingungan)
"iya bangunan tua, tapi itu bangunan masih dipake kok ras, dalemnya luas dan bagus"(kata ira meyakinkan)
"masa sih ras, tapi banyak orang bilang kalo bangunan itu udah terbengkalai sejak dulu, sejak masa penjajahan dulu, orang tuaku juga tau"(sangkal rasti)
"mungkin pak reino ngeronovasi bangunan itu buat dijadiin bar, aku gak peduli sih mau itu bangunan belanda atau bangunan wewe gombel, yang pasti sekarang itu udah jadi bar" (kata ira)
rasti semakin penasaran dengan kata-kata ira, ia bingung dengan ira yang mengakatakn bahwa bangunan kosong itu sudah dijadikan bar, padahal ia sering melewati tempat itu.
sore harinya setelah selesai perkuliahan ira bersiap-siap untuk bekerja, kali ini ira naik ojol ketempat kerjanya. saat sampai di lokasi tiba-tiba tukang ojol berkata pada ira,
"loh mbak gak salah lokasi kan? kok berhentinya di dekat kuburan?"(tanya kang ojol)
"nggak kok pak, saya kerja disana"(sambil menunjuk bangunan tua yang sudah terlihat rusak)
irapun bergegas pergi karna ingin segera bekerja, tukang ojol yang mengantarkan ira pun bingung, dan ia kembali menerima orderan dari pelanggan sehingga ia langsung bergegas untuk pergi juga.
didalam ira kemudian langsung menemui pak reino, dilihatnya pak reino tengah membersihkan gelas-gelas seperti biasanya.
"pak reino, saya mau kembalikan uang bapak"(sambil menyodorkan amplop kuning berisi uang tersebut)
"loh kenapa dikembalikan?"(tanya pak reino)
"saya gak pantes mendapatkan uang sebanyak ini pak, saya kan masih pegawai baru disini"
pak reino terlihat mengernyitkan dahinya "itu uang yang berhak kamu dapatkan dan belum seberapa, selama bertahun-tahun kan kamu gak bekerja karena kami sudah menetapkan kamu untuk kerja disini karna kamu adalah orang terpilih" (kata pak reino menjelaskan)
"maksudnya apa ya pak? saya gak ngerti sama sekali"(tanya ira dengan rasa bingung)
"kamu akan tahu nanti, yaudah sini uangnya kalo kamu gak mau, sana kamu kerja lagi gih"(kata pak reino sambil menarik uang dari tangan ira)
ira terlihat bingung dengan tingkah pak reino, iapun segera melakukan pekerjaannya menyapu dan membersihkan segalanya, dalam hati ira ia masih bertanya-tanya dengan ucapan pak reino barusan mengenai menetapkan dirinya untuk bekerja disini sehingga selama bertahun-tahun ia sulit mendapat pekerjaan.
jam menunjukkan pukul 7 malam dimana memang selalu menjadi waktu para pengunjung mulai datang, pelanggan yang datang masih seperti biasanya dan ira melihat, pelanggan ini adalah pelanggan yang kemarin juga, ia berfikir mungkin mereka pelanggan yang setia. hari ini tiba-tiba terasa begitu dingin , bulu kuduk ira merinding teringat perkataan temannya rasti tadi siang. ia melihat respon dan tingkah laku pelanggannya masih tetap sama yaitu kaku dan tak banyak bicara, hanya memesan kemudian kembali duduk, tidak sama seperti keadaan bar lain diluar sana yang penuh dengan gemuruh dan lagu-lagu dj. Disini bahkan hanya memakai suara radio dengan lagu-lagu melow. tiba-tiba ada seseorang menyenggolnya yang kemudian membuyarkan lamunanannya, ia kaget melihat orang itu, wajahnya begitu pucat seperti mayat, sedikit menyeramkan dan membuat ia ingin cepat-cepat pulang dan meninggalkan tempat ini.
sesaat kemudian ira merasa lega karena dilihatnya jam menunjukkan pukul 2 pagi, sudah waktunya untuk pulang dan keluar dari kekacauan pikirannya ini. sebelum pulang pak reino muncul dan mengejutkannya.
"halow ira, kamu mau pulang?"
"ya Tuhan pak, bapak ngagetin saya lagi"(kata ira sambil mengelus dada)
"hmm... maaf, hari ini sebenarnya saya mau kasi insentif buat kamu, tapi kamu pasti bakal nolak" (kata pak reino)
ira terlihat sedikit berfikir "sebenarnya apa maksud ucapan bapak tadi soal alasan mengapa saya gak bisa dapat kerjaan bertahun-tahun?"
pak reino terlihat mengambil sebuah kertas kecil dan memberikannya kepada ira
"itu adalah nama dan alamat seseorang yang pernah bekerja disini, dia sama seperti kamu, sulit mendapatkan pekerjaan dan dia adalah orang yang terpilih juga"(terang pak reino)
"maksudnya pak?"(tanya ira)
"gak apa-apa ntar juga kamu tau, ini"(sambil memberikan amplop kepada ira)
"gak-gak pak saya ga akan terima uang sebanyak itu lagi, nanti saja saat saya gajian baru bapak kasi saya gaji sesuai dengan kapasitas pekerjaan saya"(kata ira sambil menolak pemberian pak reino)
ira kemudian permisi untuk pulang kerumahnya dengan banyak hal yang terbesik dipikirannya sejak awal ia datang bekerja tadi sore, dilihatnya sedikit wajah pak reino yang putih pucat sambil berjalan keluar.
sesampainya di rumah ira lantas langsung pergi untuk tidur karena rasa kantuk yang tak bisa ia tahan lagi.
...
Karena rasa penasaran rasti tentang tempat yang dimaksud ira, akhirnya keesokan paginya rasti mengajak adiknya nia untuk memeriksa ketempat itu.
"dek temenin kakak ke bangunan belanda di jalan cendrawasih yok"(ajak rasti)
“lah ngapain kakak kurang kerjaan ketempat angker itu?”(jawab nia)
“kakak penasaran aja dek, soalnya kata temen kakak ada bar
didalamnya dan temen kakak kerja di bar itu”
“gak mungkin lah ka, orang tiap hari aku lewat situ kok kalo mau kesekolah,
dan gak ada tanda2 kehidupan disana”
“iyasih kakak juga liat nya gitu”
“pernah aku lewat situ, aku liat penampakan orang yang
mukanya belanda dan serem banget ngintip di jendelanya, hiiii...”(kata nia ketakutan)
“ya makanya kita mau mastiin dulu, temenin kakak yah, lagian
ini kan masih pagi”(rasti membujuk sang adik)
“males ah kak, ntar kalo kita kesurupan gimana?”
“gak bakal dek, makanya kita baca doa dulu sebelum masuk,
ntar kakak kasi duit jajan mu deh”(bujuk rasti)
“ya wes ka, awas kalo boong ya?”
“iya... iya selow ae kamu dek”
Akhirnya mereka berdua pergi ke bangunan tua tersebut dan
sesampainya disana, ternyata benar yang mereka lihat selama ini bahwa bangunan
tua itu masih kosong, dan terlihat menyeramkan dari luar, pintu yang setengah rusak dengan lobang di sebelah kanannya membuat mata mereka dapat mengintip
ke bagian dalam, beberapa jendela depan kacanya juga sudah pecah.
“ga terlihat apa-apa kok kak dari luar”(kata nia dengan wajah ketakutan)
"lebih baik kita pastiin kedalem dek"(kata rasti)
Dengan keberanian mereka mulai membuka pintu dan saat ingin
dibuka pintu itu seakan ingin roboh, tak lupa sambil mengucapkan doa-doa, mereka mulai melihat isi dalam nya dan benar saja tidak ada bar didalamnya, yang ada hanya bekas meja dan kursi tua dengan banyak rayap dan serangga-serangga, sekelilingnya sudah ditutupi oleh sarang laba-laba. tempat itu begitu menyeramkan dan gelap, rasti tak habis fikir mengapa temannya ira bekerja di tempat angker seperti ini, bahkan yang ira katakan bahwa tempat ini sudah dijadikan bar ternyata hanya bangunan tua yang kosong dengan beberapa meja dan kursi tua yang sudah rusak.
rasti tak lupa untuk mengabadikan tempat itu, ia memfoto tempat itu mulai bagian luar hingga bagian dalamnya untuk dapat membuktikan kepada ira dan keluarganya bahwa apa yang ira katakan kalau ada bar ditempat itu adalah salah.
setelah melihat-lihat tempat itu kemudian rasti dan adiknya segera pergi kerumah ira, sesampainya di rumah ira, rasti bertemu dengan ibunya.
"bu, mana ira?"(tanya rasti)
"oh itu ira lagi nyuci kain ras, ada apa toh ras? kok pucat gitu mukannya?"(tanya ibu rasti)
ira yang sedang mencuci mendengar suara rasti dan segera pergi kedepan untuk melihat
"loh rasti kenapa pagi-pagi udah nongol sini?"
sambil melihat wajah serius rasti dan adiknya yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu
"ra dan ibuk kalian harus tau bahwa tempat yang selama ini jadi tempat kerja kamu itu ga nyata"
"kamu bilang kamu kerja di bar sober dekat kuburan cendrawasih kan? ini buktinya"(jelas rasti sambil menunjukkan foto bangunan tua yang kosong dari ponselnya)
ira dan ibunya pun melihat foto-foto yang tengah ditunjukkan oleh rasti dan adiknya
"loh kok bisa begini?"(tanya ira)
"ya ampun jadi ini tempat kamu kerja ra?(tanya ibu ira)
ira tak menyangka situasi bar yang selama ini menjadi tempatnya bekerja tiba-tiba menjadi berbeda dari tempat yang bagus menjadi tempat yang tak terawat dan berantakan.
"kalo masih gak percaya mending kita sama-sama pergi kesana buat mastiin"(kata rasti)
merekapun setuju untuk pergi bersama-sama ke tempat itu untuk melihat apakah benar yang dikatakan oleh rasti, tambah lagi rasti juga sudah menunnjukkan foto yang membuat mereka semakin percaya. setibanya ditempat itu begitu terkejutnya ira saat melihat rumah tua yang begitu rusak dan tak berpenghuni yang menjadi tempatnya bekerja dan mendapatkan uang.
ira menangis sambil terduduk saat memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya, mengapa keanehan ini terjadi padanya.
"ini tempat aku kerja buk, kenapa sekarang jadi seperti ini"(kata ira sambil menangis)
"sudah ra gausah kamu tangisi, mungkin ada sesuatu yang membuat kamu tau tempat ini, mendingan sekarang kita banyak-banyak berdoa dan berserah sama Tuhan"(kata ibu ira sambil menenangkan anaknya)
mereka akhirnya pulang kembali kerumah, sesampainya dirumah sudah ada ririn yang telah menunggu ira sedari tadi. ira pun yakin bahwa ririn sudah mengetahui akan hal yang juga terjadi pada dirinya.
"ra, mengenai tempat yang kemarin, itu bukan tempat nyata ra, itu adalah tempat dari alam gaib, bekas orang-orang belanda"(terang ririn)
ternyata ririn adalah seseorang yang memang bisa melihat hal-hal gaib di matanya, ia juga dianugrahi sebuah kemampuan untuk melihat hal-hal berbau mistik.
"jadi kemarin sejak sepulang dari tempat itu, badan aku jadi terasa sakit dan pegel banget sampe-sampe aku gak bisa kuliah"(kata ririn)
"jadi selama ini aku kerja dengan orang-orang belanda yang udah jadi hantu?"(dengan wajah penyesalan yang di tunjukkan oleh ira)
"iya ra bener"(jawab ririn)
...
Ira pun mengingat akan kertas kecil yang diberikan oleh pak reino semalam, yaitu alamat dari orang yang juga pernah bekerja di bar tersebut. lalu mereka bersama-sama pergi ke alamat yang tertulis disepercik kertas dengan nama Dewa.
"yah benar ini alamatnya"(kata ririn)
ira mengetok pintu rumahnya, dan terlihat keluar seorang lelaki yang masih muda, seperti seumuran dengan ira.
"apa benar ini rumahnya Dewa?"(tanya ira)
"ya benar ini dengan siapa ya?"(dewa kembali bertanya)
"saya ira, saya adalah pegawai di bar sober, apa kamu pernah bekerja di bar sober juga?"
dengan sedikit kaget dewa mendengar ucapan ira, lalu segera menyuruh mereka untuk masuk.
"kamu pasti mau tau tentang bar tersebut kan?"(kata dewa)
"iya bener, aku sudah bekerja disitu selama tiga hari, dan ntah kenapa aku juga selalu merasa ada yang janggal dari tempat itu, sampai akhirnya hari ini aku dikasih tau temenku kalo tempat itu ternyata kosong"(terang ira)
"gini yah, sebenernya awal aku kerja disana aku juga gak tau kalo itu tempat angker, yang aku liat cuma bar yang bagus dengan banyak botol-botol minuman yang mewah, aku baru tahu itu adalah tempat yang gak nyata setelah 3 hari bekerja disana, dan tempat itu dinamai kerajaan belanda"(kata dewa)
"mas tau darimana?"(tanya ririn)
"dari orang yang juga pernah bekerja disana, jadi tempat itu sudah ada sejak masa penjajahan belanda, dulunya itu juga merupakan sebuah bar, tempat tentara-tentara belanda bersenang-senang dan menghabiskan waktu mereka, saat itu setelah mereka menyiksa warga kita warga indonesia, mereka akan merayakan pembantaian itu dengan mabuk-mabukan disana, mereka juga mengeruk harta kekayaan negara kita"(dewa menerangkan dengan serius)
"lalu kenapa tempat itu jadi angker?"(tanya ririn)
"jadi dulu orang-orang belanda itu pernah mengalami kerasukan masal sehingga mereka bunuh diri bersama-sama, mungkin karena sanking kejamnya maka mereka mendapatkan bala seperti itu dan untuk membalaskan perbuatan mereka terhadap rakyat indonesia, akhirnya roh mereka tetap tinggal ditempat itu untuk memberikan keperluan yang dibutuhkan oleh orang-orang terpilih seperti kita"(kata dewa)
"terus apa alasan semalam pak reino bilang, kalo saya sudah dipilih sehingga saya gak bisa mendapatkan pekerjaan?"(tanya ira)
"ya saya juga seperti itu, mungkin lebih tepatnya, mereka mempersiapkan badan kita supaya gak mengalami kesakitan saat nanti akan bekerja ditempat itu, saya juga tau cerita ini dari seseorang yang juga pernah bekerja disitu selama 3 hari, pak reino juga memberikan saya sepucuk surat bertuliskan alamat orang tersebut, mungkin supaya siapapun yang sudah selesai masa kerjanya selama 3 hari disitu, maka akan mendapat informasi kebenarannya dari bekas pegawainya juga, lebih tepatnya pegawai kerajaan belanda" (kata dewa)
"saya juga dapet uang yang cukup banyak dari pak reino, dan semalam dia mau kasih saya juga, tapi saya tolak"(kata ira)
"mending sekarang kamu cek di tas kamu, mungkin uangnya ada, karena kita gak bisa menolak pemberian dari dia, walau kita tolak, pasti akan muncul lagi, karena pemberian itu adalah balasan akan harta tanah negara ini yang sudah mereka curi dan jajah"(jelas dewa)
"apakah hal ini bisa dibilang sebuah musibah?"(tanya ira)
"kalo kita bisa fikir sepertinya ini bukanlah sebuah musibah mbak, justru ada sebuah hikmah di balik ini semua, dimana kita bisa belajar untuk hidup lebih baik dan menjauhi hal-hal yang buruk, karena setiap perbuatan buruk akan menerima sebab dan akibatnya"
akhirnya mereka sama-sama memahami apa yang baru saja terjadi, mereka pun mengucap terimakasih kepada dewa yang telah memberitahukan apa maksud dari kejadian yang dialami ira dan dirinya.
sesampainya ira dirumah ira mulai mengecek isi tasnya, dan benar saja tumpukan uang kertas memadati tas ira, saat mereka menghitung jumlahnya ada sekitar 200 juta ditas ira. ira dan ibunya pun mengucap syukur atas apa yang mereka dapatkan, ini adalah sebuah berkat yang di dapat secara cuma-cuma. ira masih membayangkan betapa baiknya sosok pak reino yang membuatnya jatuh hati dan ternyata perasaannya harus berakhir karena ternyata pak reino adalah sosok roh tentara belanda. walaupun begitu ira tetap bersyukur atas apa yang sudah terjadi, ia tidak akan melupakan kejadian yang membuat hidupnya mengalami hal yang tak pernah terduga. dan satu lagi, ira memutuskan untuk menyumbangkan seluaruh uang yang ia dapat tadi kepada orang-orang yang tidak mampu serta anak-anak yatim piatu, sehingga uang tersebut berarti bagi banyak orang. Dan untuk siapapun nantinya yang akan mengalami hal seperti ini lagi, ia berharap agar mereka dapat mempergunakan uang yang mereka dapat untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Keren.. awal baca gak nyangka kalo ternyata ini cerita horor๐๐
BalasHapus